Polres Bone Gelar “Jum’at Curhat” untuk Menumbuhkan Kolaborasi Masyarakat dan Mengatasi Kekhawatiran

Bagikan :

Bekerjasama dengan Yayasan Bantu Mahdi yang berlokasi di Jalan Muhammad Yusuf, Polres Bone kembali menyelenggarakan “Jum’at Curhat” yang dipimpin oleh Wakapolres Kompol Sarifuddin, S.Sos., M.Hum. Acara tersebut dihadiri pimpinan sekolah, Kasubbag Binkar Haji Rustan, beserta tenaga pengajar dan orang tua murid. Jum’at, 22/12/2023.

Wakapolres Sarifuddin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menekankan pentingnya menciptakan suasana pemilu yang damai dan harmonis serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban masyarakat menjelang dan sesudah Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum. memantau penggunaan gadget dan smartphone di kalangan generasi muda, menghimbau para orang tua dan pendidik untuk berperan aktif dalam membimbing generasi muda.

Dalam sesi tersebut, para guru dan orang tua menyampaikan keprihatinan mereka, dengan fokus utama pada tantangan yang dihadapi sekolah dalam menerima bantuan pemerintah dan kurangnya perhatian, terutama mengenai perbaikan infrastruktur sekolah. Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai siswa yang menggunakan atau menghirup zat seperti lem (khususnya menyebutkan “lem fox”), dan mereka meminta intervensi polisi untuk mencegah aktivitas tersebut.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Wakapolres Sarifuddin meyakinkan bahwa kepolisian berkomitmen untuk bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi siswa. Ia mengakui tantangan yang dihadapi sekolah dan menekankan perlunya upaya bersama untuk mengatasi masalah ini.

Menanggapi isu penyalahgunaan narkoba, Sarifuddin meyakinkan para hadirin bahwa polisi akan mengambil tindakan proaktif untuk mengekang kegiatan tersebut, bekerja sama dengan sekolah untuk menjamin kesejahteraan siswa.

Kolaborasi antara Polres Bone dan Yayasan Bantu Mahdi menunjukkan inisiatif berbasis komunitas yang bertujuan untuk mendorong dialog dan mengatasi permasalahan lokal. Sesi “Jum’at Curhat” berfungsi sebagai platform komunikasi terbuka, menekankan pentingnya kerja sama antara penegak hukum, lembaga pendidikan, dan orang tua dalam membangun komunitas yang lebih aman dan suportif bagi generasi muda.