Bina Mental dan Spiritual Personel, Polda Sulsel Gelar Ibadah Oikumene di Aula Mappaodang
MAKASSAR – Dalam upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus membentuk karakter personel yang berintegritas dan humanis, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menggelar Ibadah Bersama Oikumene bagi personel beragama Kristen Protestan dan Katolik, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 WITA di Aula Mappaodang Mapolda Sulsel tersebut merupakan bagian dari pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) guna membangun kualitas spiritual personel sebagai landasan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Ibadah dipimpin oleh Pelayan Firman, Pdt. Melki Upa, M.Th., serta dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., didampingi Dirpolairud Polda Sulsel Kombes Pol. Donny Charles Go, S.I.K., Kasetum Polda Sulsel AKBP Sally Hellen Bakkara, A.Mk., Waka SPN Polda Sulsel AKBP Robert Kennedi Aritonang, S.Pd., S.H., serta personel Polda Sulsel yang beragama Nasrani.
Dalam pelayanannya yang mengangkat tema “Panggilan untuk Menjadi Teladan”, Pdt. Melki Upa mengajak seluruh personel untuk senantiasa menjadi teladan dalam perkataan, sikap, perbuatan, maupun pelayanan. Nilai-nilai kebaikan dan kasih hendaknya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menjalankan tugas sebagai anggota Polri, sehingga kehadiran kepolisian dapat memberikan manfaat dan menjadi berkat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto menyampaikan bahwa Ibadah Oikumene merupakan salah satu agenda pembinaan rohani yang dilaksanakan secara rutin sebagai sarana memperkuat mental dan spiritual personel.
Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk pribadi anggota Polri yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki landasan moral, integritas, serta kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan ini, Polda Sulsel berharap nilai-nilai keimanan dapat semakin tertanam dalam diri setiap personel dan tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya melalui sikap yang disiplin, bertanggung jawab, serta humanis dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

